STRATEGI ORGANISASI / PERUSAHAAN, TYPE SISTEM
INFORMASI DAN SISTEM INFORMASI PENDIDIKAN
Oleh : Putri Ayu Novita
STRATEGI PERUSAHAAN
Organisasi/Perusahaan untuk mencapai strategi menginvestasikan secara
besar-besaran dengan tujuan mencapai 6 strategi yaitu:
1.
Operational excellence : Istilah operation excellence mulai populer pada
tahun 2007 dan dipakai oleh lembaga-lembaga konsultan untuk melakukan
training-training mengenai topik ini. Mereka yang berada di lini operasi
harus memahami akan hal ini sehingga training-training ini sangat diminati.
Jika melihat pada definisinya maka pengertiannya sebenarnya sangat simple,
yaitu dikatakan “excellence” ketika setiap karyawan dapat melihat aliran
nilai (flow of value) kepada pelanggan dan mampu memperbaikinya ketika flow
of value tersebut rusak. Itulah operation excellence. maka operation
excellence dapat menjadi sebuah solusi. Keunggulan metodologi operasional
dan budaya perusahaan yang berfokus pada pengurangan limbah/waste dalam
sepanjang aliran proses produksi hingga ke pelanggan dapat berdampak
signifikan.
Contoh : Satu cara yang efektif yang memungkinkan suatu perusahaan dan
kepemimpinan untuk terus meningkatkan semua bidang kinerja, termasuk
pengambilan keputusan, investasi berkelanjutan, profitabilitas, layanan
pelanggan dan mitra serta kemampuan sumber daya manusia.
2.
New products, services, and business models
New Product (produk baru) merupakan barang dan jasa yang pada dasarnya
berbeda dari yang telah dipasarkan sebelumnya oleh perusahaan. Pengembangan
produk baru (new product development) adalah proses pencarian gagasan untuk
barang dan jasa baru dan mengkonversikannya ke dalam tambahan lini
produk yang berhasil secara
komersial. Contohnya Produk baru mencakup dari produk baru di dunia
(new-to-the-world products) yang menciptakan pasar yang baru, pengembangan
minor pada produk, maupun revisi pada produk yang ada.
Service marketing adalah suatu proses yang menciptakan dan menyampaikan
jasa yang dibutuhkan konsumen. Dimana di dalamnya terdapat kegiatan seperti
menarik perhatian konsumen, mempertahankan konsumen yang itu semua dilakukan
untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan suatu perusahaan yang menjalankan
binis. Dengan kata lain, service marketing ini berkaitan dengan bagaimana
seorang pelaku bisnis melakukan pemasaran dengan baik dan tepat untuk
menarik perhatian konsumen. Dimana pada implementasiannya hal itu
membutuhkan informasi manajemen yang berperan penting dalam service
marketing itu sendiri. Selain itu, membutuhkan informasi dari seluruh proses
pemasaran untuk memastikan proses pemasaran yang lebih efektif dalam
perusahaan. Contohnya Memberikan dukungan dan dorongan bagi karyawan yang berada di garis depan
berupa otoritas tanggung jawab dan rangsangan untuk mengenali, peduli dan
berorientasi kepada kebutuhan konsumen.
Business model adalah sebuah model dasar yang menjelaskan bagaimana sebuah bisnis
dapat menghasilkan keuntungan. Contohnya
business model akan membantu dalam mengidentifikasi sebuah
produk, target pasar, hingga anggaran yang diperlukan sehingga akan
menghasilkan keuntungan dalm berbisnis.
3.
Customer and supplier intimacy : customer intimacy adalah strategi bisnis
yang dilakukan dengan memberikan perhatian tinggi terhadap kebutuhan
pelanggan.
Contoh : brand awareness dan brand engagement. Namun, belum banyak
perusahaan yang memberikan perhatian pada customer intimacy. Padahal,
customer intimacy adalah salah satu faktor yang membuat Nike bersaing dengan
Adidas puluhan tahun silam
4.
Improved decision making : Peningkatan Pengambilan Keputusan atau improved
Decision making yaitu proses pemikiran dalam pemilihan beberapa alternatif
atau kemungkinan yang paling sesuai dengan nilai-nilai atau tujuan individu
untuk mendapatkan hasil atau solusi mengenai prediksi masa depan.
Contoh : ketika Anda sedang mempertimbangkan untuk mendanai startup.
Tanyakan kepada diri Anda, berapa persen kemungkinan kegagalan startup yang
Anda danai? Atau bisa juga pertanyaannya Anda balik menjadi, berapa persen
kemungkinan keberhasilan startup yang Anda danai?
5.
Competitive advantage : Competitive advantage adalah keuntungan lebih dari
pesaing yang diperoleh dengan menawarkan konsumen pada nilai yang lebih
besar, baik dengan penawaran harga yang lebih rendah atau dengan memberikan
keuntungan lebih pada layanan konsumen dengan harga yang lebih tinggi.
Contoh dari penerapan competitive advantage adalah perusahaan Alibaba Group
sebagai bisnis ritel online terbesar di Cina. Perusahaan yang menciptakan
keuntungan dengan memanfaatkan kemitraan, investasi dan aliansi untuk terus
menyesuaikan penawaran mereka dengan dasar kebutuhan pelanggan yang terus
berubah.
6.
Survival : Survival adalah sebuah teknik atau cara untuk bertahan hidup di
alam bebas, survival tidak hanya dilakukan oleh hewan saja tetapi manusia
juga. hal ini ditunjukkan adanya materi survival yang menjadi salah satu
materi dasar yang diajarkan oleh organisasi atau komunitas pencinta alam.
dimana di dalam materi survival
Dalam keadaan survival, klasifikasi air dapat dibagi menjadi empat bagian.
Pertama, air yang dapat diminum langsung, syaratnya adalah tidak berwarna
dan tidak berbau. Contohnya adalah air dari mata air, air sungai, air danau,
dan air hujan. Jika sama sekali tidak diperoleh sumber air seperti yang
disebutkan, maka kita dapat mencari tumbuhan yang mengandung air dan tidak
beracun. Jenis tumbuhan yang mengandung air antara lain tumbuhan yang
beruas-ruas (misalnya rotan), tumbuhan yang merambat (misalnya lumut), dan
tumbuhan khusus (misalnya kantung semar).
Lima Faktor Persaingan yang Dapat Memengaruhi Strategi Perusahaan yang
dikemukakan Porter
Teori Five Forces oleh Michael Porter merupakan sebuah gagasan yang
sederhana, namun sangat bermanfaat untuk mengidentifikasi persaingan yang
terjadi dalam lingkungan bisnis. Teori ini juga dapat membantu organisasi
untuk mengidentifikasi potensi ancaman dan peluang yang perlu diantisipasi
oleh perusahaan.
Dalam teorinya, Porter mendorong organisasi untuk melihat melampaui apa
yang dilakukan oleh para kompetitor untuk menemukan faktor lain yang memberi
dampak pada posisi dan kekuatan sebuah organisasi dalam lingkungan bisnis.
Menurut Porter, berikut adalah 5 faktor yang memengaruhi posisi dan laba
sebuah organisasi:
1)
Ancaman pendatang baru.
Ancaman pendatang baru memiliki kekuatan dalam menentukan seberapa mudah
(atau tidak) untuk memasuki industri tertentu. Ancaman pendatang baru ini
terjadi jika sebuah industri menguntungkan dan hanya ada beberapa hambatan
untuk masuk, sehingga persaingan meningkat. Bila lebih banyak perusahaan
bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar yang sama, keuntungan mulai turun.
Ancaman pendatang baru tinggi ketika:
a.
Memerlukan modal yang sedikit
b.
Perusahaan yang ada tidak memiliki hak paten, merek dagang atau tidak
memiliki reputasi merek;
c.
Tidak ada peraturan pemerintah;
d.
Tidak memerlukan banyak biaya bagi perusahaan untuk beralih ke industri
lain
e.
Ada loyalitas pelanggan yang rendah;
f.
Produk yang dihasilkan hampir identik;
g.
Skala ekonomi dapat dengan mudah dicapai.
2) Kekuatan
Penawaran Pemasok
Terjadinya kanaikan harga dan pengurangan kualitas dari produk yang
dihasilkan suatu perusahaan merupakan hal yang harus mendapat perhatian,
artinya pemasok menggunakan kekuatan untuk bersaing dalam industri. Kekita
pemasok memiliki kekuatan tawar yang kuat, maka pemasok akan menjual bahan
mentah dengan harga lebih tinggi atau rendah kepada pembeli mereka.
Ini secara langsung mempengaruhi keuntungan perusahaan dalam membeli, karena
harus membayar lebih untuk bahan. Pemasok memiliki daya tawar yang kuat
saat:
a)
Ada sedikit pemasok tapi banyak pembeli;
b)
Terdapat sedikit bahan baku pengganti
c)
Biaya penggantian bahan baku sangat tinggi.
d)
Pemasok memiliki sumber daya yang langka;
3) Kekuatan Penawaran
Pembeli
Kemampuan pembeli untuk membeli barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan
dapat memberikan kekuatan bagi pembeli untuk mempengaruhi perusahaan dalam
bersaing dalam industri. Pembeli memiliki kekuatan untuk menuntut harga yang
lebih rendah atau kualitas produk yang lebih tinggi dari produsen. Harga
yang lebih rendah berarti menurunkan pendapatan bagi produsen, sementara
produk berkualitas tinggi biasanya menaikkan biaya produksi. Kedua hal ini
menghasilkan keuntungan yang lebih rendah bagi produsen. Pembeli memberikan
daya tawar yang kuat saat:
a)
Membeli dalam jumlah banyak (grosir)
b)
Hanya sedikit pembeli yang ada;
c)
Biaya pengalihan ke pemasok lain rendah;
d)
Ada banyak produk pengganti;
e)
Pembeli sensitif terhadap harga
4) Ancaman Produk Pengganti
Produk pengganti muncul dalam bentuk berbeda, tetapi dapat memuaskan
kebutuhan yang sama dari produk lain. Kekuatan ini sangat mengancam ketika
pembeli dapat dengan mudah menemukan produk pengganti dengan harga menarik
atau kualitas yang lebih baik dan pembeli dapat beralih dari satu produk
atau jasa ke produk atau jasa lain dengan sedikit biaya. Misalnya, untuk
memuaskan kebutuhan bahan bakar, pembeli yang awalnya mengkonsumsi bahan
bakar premiun beralih ke pertalite karena harga yang tidak terlalu jauh
berbeda, namun dengan kualitas yang lebih baik, tidak seperti beralih dari
mobil ke sepeda.
-
Persaingan di antara kompetitor yang ada
Kekuatan ini merupakan penentu utama seberapa kompetitif dan seberapa
menguntungkan sebuah industri. Dalam industri yang kompetitif, perusahaan
harus bersaing secara agresif untuk meraih pangsa pasar. Hal ini berdampak
pada keuntungan yang rendah. Persaingan antar pesaing sangat ketat saat:
a)
Ada banyak pesaing;
b)
Hambatan keluar tinggi;
c)
Pertumbuhan industri lambat atau negatif;
d)
Produk tidak bervariasi dan dapat dengan mudah diganti;
e)
Pesaing memiliki kemampuan yang sama;
f)
Loyalitas pelanggan rendah.
Contoh 5 faktor tersebut jika pada Industri Telekomunikasi adalah sebagai
berikut :
1)
Ancaman Pendatang Baru.
Jumlah modal yang dibutuhkan besar dan tidak adanya peraturan pemerintah.
Sehingga, kemungkinan kecil adanya pendatang baru untuk memasuki industri
ini.
2)
Kekuatan pemasok
Kebutuhan kabel serat optik bagi perusahaan penyedia jasa telekomunikasi
sebagian besar masih diimpor dari luar negeri sehingga apabila nilai tukar
mata uang dalam negeri melemah hal ini yang menjadi permasalahan. Kondisi
daya tawar perusahaan telekomunikasi indonesia tidak terlalu lemah karena
pemasoknya terdiri dari banyak perusahaan.
3)
Kekuatan pembeli
Pembeli di Indonesia tidak memiliki daya tawar untuk mempengaruhi industri.
Hal ini dikarenakan penyedia jasa telekomunikasi di Indonesia terbatas pada
beberapa perusahaan saja.
4)
Ancaman pengganti
Tidak adanya produk pengganti telekomunikasi sejauh ini.
5)
Persaingan di antara kompetitor yang ada
Biaya meninggalkan sebuah industri tinggi, karena telah membangun
infrastruktur telekomunikasi di seluruh Indonesia untuk memperkuat jaringan.
Perusahaan penyedia jasa telekomunikasi menyediakan berbagai macam variasi
produk yang bisa dinikmati oleh pelanggannya.
EMPAT STRATEGI BERSAING GENERIC UNTUK KEUNGGULAN KOMPETETIF YANG
BERKELANJUTAN
Glueck meyakini bahwa strategi perusahaan pada dasarnya dapat dikategorikan
ke dalam empat strategi generik, yaitu: strategi stabilitas
(stability), ekspansi (expansion),
penciutan (retrenchment), dan kombinasi (combination)
dari ketiganya.
1. Strategi Stabilitas (stability)
Pada prinsipnya, strategi ini menekankan pada tidak bertambahnya produk,
pasar dan fungsi-fungsi perusahaan karena berusaha untuk meningkatkan
efisiensi di segala bidang dalam rangka meningkatkan kinerja dan keuntungan.
Strategi ini relatif rendah resiko dan biasanya dilakukan untuk produk yang
tengah berada pada posisi matang/dewasa (maturity).
2. Strategi Ekspansi (expansion)
Strategi ekspansi menekankan pada penambahan atau perluasan produk, pasar
dan fungsi dalam perusahaan sehingga aktivitas perusahaan meningkat. Tetapi
selain keuntungan yang ingin diraih lebih besar, strategi ini juga
mengandung resiko kegagalan yang tidak kecil.
3. Strategi Penciutan (retrenchment)
Strategi penciutan dimaksudkan untuk melakukan pengurangan atas pasar
maupun fungsi-fungsi dalam perusahaan yang memiliki aliran keuangan
(cash-flow) negatif. Biasanya strategi ini diterapkan pada perusahaan yang
berada pada tahap menurun (decline).
4. Strategi Kombinasi (combination)
Oleh karena berbagai perubahan eksternal seringkali hadir secara tidak
seragam (dan bahkan terkadang sulit diduga) terhadap berbagai lini produk
(product line) yang dihasilkan suatu perusahaan seperti daur hidup
produk (product life cycle) yang tidak seragam, maka perusahaan
tersebut dapat saja melakukan kombinasi atas ketiga jenis strategi di atas
secara bersama.
TYPE SISTEM INFORMASI
1.
Business intelligence
BI atau Business Intelligence adalah
sebuah profesi yang bertugas mengolah dan menganalisis data yang berkaitan
dengan bisnis sehingga dapat membantu perusahaan menghasilkan keputusan yang
tepat. Hasil akhir dari proses tersebut meliputi kebutuhan industri,
gambaran keuntungan, strategi pemasaran yang tepat dan pengambil ketetapan
lainnya.
Contoh business intelligence
Agar memudahkan Anda memahami konsep BI, berikut
contoh business intelligence
pada rumah sakit.
Sebuah instansi rumah sakit ingin mengetahui kebutuhan kamar tipe apa yang
perlu ditingkatkan. Setelah mendapatkan data, tugas selanjutnya untuk
business intelligence adalah dengan mengelompokkan jumlah pasien berdasarkan
usia, kelas kamar yang dipilih, metode pembayaran, fasilitas, serta metode
pengobatan.
Dari proses tersebut, dapat ditemukan informasi mengenai kamar jenis apa
yang kuantitasnya perlu diperbanyak dan proyeksi perkiraan jumlah pemasukan
dari biaya rawat inap per malam. Terakhir, data yang terkumpul akan
ditampilkan berupa dashboard berisi grafik dan tabel laporan.
2.
Decision support systems
DSS (Decision Support System) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem
berbasis pengetahuan atau manajemen pengetahuan) yang dipakai untuk
mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Hal
yang perlu ditekankan disini adalah bahwa keberadaan DSS bukan untuk
menggantikan tugas-tugas manajer, tetapi untuk menjadi sarana penunjang
(tool) bagi mereka.
Contoh pengembanagan DSS pada PT. Telkom dengan membuat suatu aplikasi yang
dapat dipergunakan untuk mempermudah PT. Telkom dalam pengambilan keputusan
yang cepat dan akurat yang diambil berdasarkan data dan fakta yang berada di
lapangan. Aplikasi yang menggunakan Telkom e-service akan membantu
pengambilan keputusan karena hasilnya yang bersifat matematis. Sebagai
kesimpulan, aplikasi ini akan dapat membantu evaluasi pemilihan pengembangan
suatu jaringan akses yang tepat yang akan dikembangkan PT. Telkom, karena
Telkom e-service berfungsi juga agar hubungan antara PT.Telkom dan customer
terjalin.
3.
Executive support systems
Executive Support System atau Sistem Pendukung Eksekutif adalah sebuah sistem yang oleh para
senior manajer / eksekutif sebuah perusahaan atau organisasi untuk
memberikan dukungan terhadap keputusan yang tidak terprogram dalam manajemen
strategis.
Berikut adalah beberapa contoh informasi yang sering menjadi sumber
ESS:
a.
Database eksternal
b. Laporan teknologi seperti catatan paten dll.
c.
Laporan teknis dari konsultan
d. Laporan pasar
e.
Informasi rahasia tentang pesaing
f.
Informasi spekulatif seperti kondisi pasar
g. Peraturan Pemerintah
h. Laporan keuangan dan informasi keuangan terkini
4.
Enterprise applications
Enterprise application atau enterprise software merujuk pada aplikasi yang
digunakan secara bisnis untuk mendukung kerja sehari-hari atau pada intinya
untuk memecahkan masalah enterprise. Enterprise application biasanya
meng-cover banyak hal. Dapat pula digunakan membantu banyak orang alias
internal perusahaan.
Contohnya : Aplikasi Perencanaan Sumber Daya Perusahaan atau Enterprise
Resource Planning (ERP) Application, Aplikasi Manajemen Konten Perusahaan
atau Enterprise Content Management Application, Aplikasi Manajemen Rantai
Persediaan atau Supply Chain Management Application dan Aplikasi Pengelolaan
Hubungan Pelanggan atau Customer Relationship Management Application
5.
Supply chain management (SCM)
SCM atau supply chain management adalah pengelolaan sebuah
aktivitas rantai pasok untuk memaksimalkan customer value Supply Chain
Management adalah fungsi – fungsi yang terintegrasi dan
memiliki tanggung jawab utama untuk menghubungkan fungsi dari bisnis utama
dan proses bisnis dalam dan di seluruh perusahaan untuk mewujudkan model
bisnis yang kohesif dan berkinerja tinggi.
CONTOH KASUS SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PADA ALFAMART
Ekspansi dan efisiensi yang dilakukan PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk.
terbukti mampu menopang kinerja perusahaan sepanjang tahun 2009. Dengan
strategi ekspansi yang didasari pertumbuhan pesat dengan investasi minimum
serta efisiensi di setiap lini bisnisnya, PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk.
telah mengakhiri tahun 2009 dengan kinerja yang positif serta memasuki tahun
2010 dengan optimisme. Pandangan positif mengenai hal ini mengemuka dalam
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perusahaan hari ini, Senin (07/06/10).
Tahun 2009 menandai pencapaian penting dalam satu dekade Alfamart sejak
mulai beroperasi pada tahun 1999. Dalam kurun waktu 10 tahun, Alfamart telah
berkembang pesat dari distributor barang-barang konsumsi hingga menjadi yang
terdepan dalam hal kenyamanan, harga yang kompetitif, pilihan produk yang
lengkap, dan layanan yang ramah.
6.
Customer relationship management systems
Customer Relationship Management merupakan metode interaksi pelanggan yang
sering dilakukan.
Contoh CRM pada perusahaan telekomunikasi
Perusahaan telekomunikasi menggunakan aplikasi CRM seperti Customer Value
Application yang berperan dalam memungkinkan pelanggan terlibat terhadap
proses peningkatan pelayanan, Operasional Application memungkinkan berperan
dalam interaksi dengan pelanggan serta Analitic Application berperan dalam
memahami kebutuhan pelanggan.
7.
Knowledge management systems (KMS)
Knowledge Management System adalah sistem yang memfasilitasi
disiplin dan budaya untuk identifikasi, menyimpan dan sharing knowledge
antar anggota organisasi.
Knowledge Management System (KMS) sangat berguna jika perusahaan ingin
menyimpan knowledge mengenai proses bisnis, jasa, dan produk mereka.
Knowledge Management lebih merupakan budaya dan disiplin untuk menuangkan
tacit knowledge (lisan) menjadi explicit knowledge (tertulis). Perusahaan
memerlukan KM untuk mempertahankan dan meningkatkan daya bersaing.
Piramida kognitif knowledge management system mengilustrasikan bagaimana informasi bisa diolah menjadi sebuah
pengetahuan, kemudian dijadikan dasar untuk memutuskan sesuatu.
a.
Data merupakan elemen yang paling dasar karena sama sekali belum diproses.
Elemen mentah ini belum bisa digunakan. Contohnya yaitu kata, angka, tabel,
kode, dan basis data.
b.
Informasi adalah hasil dari data yang diproses, sehingga sudah memiliki
makna. Contohnya yaitu ide, gagasan, konsep, dan pertanyaan.
c.
Pengetahuan merupakan informasi yang dikumpulkan untuk diorganisir,
kemudian dipahami. Contoh pengetahuan yaitu teori, fakta, dan kerangka
kerja.
d.
Kebijakan yaitu penerapan pengetahuan yang digunakan sebagai dasar
pengambilan keputusan.
8.
E-business
Electronic Business atau E-Business adalah suatu kegiatan transaksi,
jual-beli, bisnis yang dilakukan melalui perangkat elektronik atau dengan
internet sehingga perusahaan dapat langsung berinteraksi dengan costumer,
supplier maupun rekan bisnis. Atau arti yang lebih singkat dari e-business
yaitu penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk menjalankan
sekaligus mengelola bisnisnya sehingga dapat memperoleh keuntungan
Contoh e-business saat ini yaitu koran atau media cetak yang ada berbasis
online-nya, jadi tidak hanya media cetaknya saja. Banyak sekali media cetak
yang menjalankan bisnisnya tidak hanya melalui media cetak saja tapi juga
melalui media online di internet dan tentunya banyak sekali keuntungan yang
bisa didapatkan misalnya seperti: berita yang bisa diakses kapan saja
oleh seluruh masyarakat dan berita yang lebih update dll. Lalu contoh
lainnya saat ini banyak sekali toko-toko fashion yang tidak hanya
menjalankan bisnisnya di dunia nyata tapi mereka juga menjalankan bisnisnya
dengan cara online.
9.
E-commerce
E-commerce atau perdagangan elektronik adalah penyebaran, pembelian,
penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti
internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce
dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik,
sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data
otomatis.
contoh e-commerce di Indonesia antara lain:
1)
Jual Beli Online di Marketplace, transaksi jual-beli online di Marketplace
lokal sudah sangat marak saat ini. Beberapa marketplace terkenal di
Indonesia seperti; Bukalapak.com, Tokopedia.com, Blibli.com, Kaskus.co.id,
Traveloka, dan lain sebagainya.
2)
Internet Banking dan SMS Banking, transaksi pembayaran melalui internet dan
jaringan telekomunikasi juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari
kegiatan e-commerce.
3)
TV Kabel dan Internet
Provider , berlangganan TV Kabel dan internet juga merupakan salah satu
bentuk e-commerce yang sudah cukup lama berlangsung di Indonesia. Beberapa
perusahaan yang ada di bisnis TV kabel dan internet provider diantaranya;
Indovision, Big TV, Indihome, MyRepublic, dan Firstmedia.
10. E-government
E-Government berasal dari bahasa Inggris Electronic Government. Istilah e-Government bisa disebut juga sistem pemerintahan online,
e-gov, digital government atau pemerintah transformasi. E-Government adalah
suatu upaya dari pemerintah dalam mengembangkan penyelenggaraan pelayanan
pemerintahan yang berbasis elektronik dengan memanfaatkan teknologi
informasi.
Salah satu contoh penerapan E-government di Indonesia dengan adanya
Pemerintah Surabaya menerapkan e-procurement yang dikembangkanoleh
pemerintah Surabaya yang beralamatkan http://www.surabaya-eproc.or.id maka
masyarakat Surabaya itu bisa lebih mudah dalam mengetahui projek yang sedang
ada serta mereka dapat untuk lebih mudah dalam mengetahui projek yang sedang
ada serta mereka pun juga lebih mudah untuk ikut didalam lelang tender
projek tersebut.
SISTEM INFORMASI DUNIA PENDIDIKAN
Sistem informasi dunia pendidikan adalah alat yang digunakan sebagai
landasan untuk mendapatkan informasi mengenai detail pendidikan. Detail ini
meliputi, administrasi, kegiatan pendidikan atau akademis, proses pendidikan
baik belajar mengajar, keuangan dunia pendidikan dan juga aspek lainya yang tujuannya adalah menggunakan informasi sebagai media untuk
evaluasi.
Contoh sistem informasi pendidikan
1)
Sistem informasi keuangan sekolah
2)
Sistem informasi akademik kampus
3)
Sistem informasi perpustakaan
4)
Sistem informasi pembayaran spp
5)
Sistem informasi penilaian siswa
6)
Sistem informasi pembelajaran murid
7)
Sistem informasi Manajemen guru
8)
Sistem informasi laboratorium
9)
Sistem informasi pendidikan sekolah
10) Sistem informasi dan ketatausahaan sekolah
11) Sistem informasi pendidikan anak usia dini
12) Sistem informasi pendidikan berbasis masyarakat
1.
Eril Obei Choiri “Pengertian E-Government, Model Serta Kelebihan &
Kekurangan” (https://qwords.com/blog/pengertian-e-government/)
2.
Gumelar Ardiansyah “Pengertian Pengambilan Keputusan (Decesion Making) (https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://guruakuntansi.co.id/pengambilan-keputusan/&ved=2ahUKEwjPprzSxoDzAhXZb30KHTuTD6oQFnoECDMQAQ&usg=AOvVaw1K_HZ4PHcrKaCAgJhyXLVi&cshid=1631694353974)
3.
Mochamad Badowi, “ANALISA LIMA KEKUATAN PORTER (ANALISA INDUSTRI)” (https://www.mochamadbadowi.com/news/analisa-lima-kekuatan-porter-analisa-industri.html)
4.
Parta Ibeng “engertian E-Government, Manfaat, Jenis, Kelebihan &
Kekurangan dan Contoh” (https://pendidikan.co.id/pengertian-e-government-manfaat-jenis-kelebihan-kekurangan-dan-contoh/)
5.
Sora N “Pengertian E-Business dan contoh beserta keuntungan nya (http://www.pengertianku.net/2016/06/pengertian-e-business-dan-contohnya.html)
6.
https://www.blj.co.id/2016/02/05/pengertian-operation-excellence-dan-penerapannya/
7.
https://www.linovhr.com/decision-making/
9.
https://glints.com/id/lowongan/customer-intimacy/
11.
https://glints.com/id/lowongan/business-model/
12.
https://samahitawirotama.com/porters-five-forces5-faktor-yang-mempengaruhi-posisi-bisnis-anda/
13.
https://mustamu.wordpress.com/2009/01/12/tipe-tipe-strategi/
14.
https://www.info.populix.co/post/business-intelligence-adalah
15.
https://www.kosngosan.com/2019/01/contoh-customer-relationship-management.html#contohcrm
16.
https://bbs.binus.ac.id/business-creation/2020/10/jenis-jenis-e-commerce/
17.
https://www.harmony.co.id/blog/jenis-dan-contoh-e-commerce-untuk-mengembangkan-bisnis
19.
http://dominoari.blogspot.com/2020/01/executive-support-system-ess-pada.html
20.
https://www.softbless.com/knowledge-management-system
21.
https://codemi.co.id/apa-itu-knowledge-management-system/

Komentar
Posting Komentar